Showing posts with label culture. Show all posts
Showing posts with label culture. Show all posts

Saturday, May 9, 2015

Pagelaran Langen Tayub dari Tuban


Jumat, 8 Mei 2015 saya dan teman-teman mengunjungi Cak Durasim kembali untuk menyaksikan Pagelaran Langen Tayub yang dibawakan oleh Kabupaten Tuban ke Surabaya
Kami sangat tertarik dengan budaya Indonesia yang beragam dan tiada habisnya, setiap kebudayaan yang ada sangat unik dan tiada tandingannya



Di atas adalah suasana pintu masuk Cak Durasim
Saat kami datang, tempatnya masih relatif sepi karena masih awal acara
Bertambahnya malam, maka makin banyak bertambahnya pengunjung
Sebelumnya, Pagelaran Langen Tayub merupakan budaya turun-temurun masyarakat Kabupaten Tuban yang dipercaya dapat membawa berkah bagi para petani
Selain diselenggarakan untuk momen sedekah bumi, pagelaran Langen Tayub juga diselenggarakan untuk momen pernikahan atau sunatan



Suasana Cak Durasim saat pagelaran dimulai sudah mulai ramai dan banyak sekali peminat budaya Kabupaten Tuban terus berdatangan dengan menggunakan baju batik
Pagelaran Langen Tayub dibukan dengan Pambuko (Pembukaan), lalu dilanjutkan Tari Gambyong, Gedok / Repen Tuan Rumah, Repen Kemanten, Repen Pamong (Perangkat Desa), Sampur Tamu, dan ditutup dengan Pamungkas






Stan-stan yang ada menggambarkan Tuban secara keseluruhan
Dimulai dari kulinernya, souvenir khas Tuban, hingga batik yang dimodifikasi secara moden pada manekin
Ada salah satu stan yang menarik minat saya untuk berkunjung selain stan batik, yaitu stan Pusat Informasi Pariwisata Tuban
Stan ini tidak hanya menyediakan informasi mengenaik Kabupaten Tuban, namun juga ada Ndhuk Tuban 2014 yang turut turun tangan membagikan brosur mengenai Kabupaten Tuban


Berikut adalah foto saya dan teman-teman bersama 3 Ndhuk Tuban 2014
Mereka sangat ramah, dan malah mengajak teman-temannya untuk berfoto bersama kami
Salut untuk Kabupaten Tuban!

www.vqamanda.blogspot.com

Sunday, April 19, 2015

Banyuwangi Sunrise of Java

     Pada hari Jumat tanggal 19 April 2015, saya dan teman-teman pergi mengunjungi Cak Durasim Surabaya untuk menyaksikan Gelar Seni Budaya Daerah 2015 yang mengambil Kabupaten Banyuwangi sebagai tema budaya yang diangkat sebagai pagelaran. Karena hari itu hari Jumat, maka ceritanya TGIF (Thank God It's Friday) saya dan teman-teman hang out bareng di Cak Durasim sebagai generasi yang nantinya akan melestarikan budaya Indonesia.




     Gelar Seni Budaya Daerah memiliki peminat yang cukup banyak. Tidak hanya dari masyarakat biasa, namun mahasiswa, penikmati seni, serta pejabat juga mengunjungi acara ini untuk mengenal budaya Kabupaten Banyuwangi lebih dalam. Tidak hanya pertunjukkan, namun juga ada stan-stan yang menjual batik Banyuwangi, kerajinan tangan khas Banyuwangi, dan kami pun juga dipandu oleh pemilik stan untuk mengenali produk yang mereka jual.






  
     Suasana saat masyarakat dan mahasiswa yang mengunjungi stan kerajinan tangan khas Banyuwangi dan pemilik stan pun juga turut memandu mahasiswa dalam memperoleh informasi yang lebih luas mengenai kebudayaan Banyuwangi yang dapat dikenali melalui kerjinan tangan maupun batik.




 

     Produk kerajinan tangan dan batik khas Banyuwangi. Batik khas Banyuwangi saat ini sedang naik daun. Ya, batik khas Banyuwangi telah ditampilkan dalam ajang Indonesia Fashion Week 2015 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayang, Jakarta. Bahkan, Bupati Banyuwangi juga turut memperkenalkan batik Banyuwangi di fashion week bergengsi tanah air kita.







     Suasana pembukaan Gelar Seni Budaya Daerah Kabupaten Banyuwangi, yang turut dimeriahkan oleh tarian dan kunjungan pejabat ke tiap stan yang ada. Kursi penonton pun juga dipadati oleh pengunjung dan untuk menonton pertunjukkan, saya dan teman-teman harus rela berdiri di belakang pendhopo untuk menyaksikan pertunjukan.


     Saya dan teman-teman saat menghadiri Gelar Seni Budaya Daerah 2015 Kabupaten Banyuwangi. Kami sangat menikmati acara tersebut, dan dapat mengenal budaya Kabupaten Banyuwangi lebih dalam lagi, sehingga pengetahuan kami mengenai keragaman budaya negara Indonesia semakin luas dan kami pun dapat melestarikan budaya-budaya Indonesia yang sangat kaya.

www.vqamanda.blogspot.com

Tuesday, February 17, 2015

Mengenal Budaya Nganjuk dalam 2 Hari




Kridhaning Budaya Bumi Anjuk Ladang
Oleh Kabupaten Nganjuk (13-14 Februari 2015)

      Jumat, 13 Februari 2015 saya dan teman-teman mempunyai rencana yang berbeda untuk malam Jumat kami. Kebetulan pada saat itu adalah Friday 13th, di mana tanggal dan harinya dianggap keramat. Kami berencana untuk menonton pagelaran budaya Kabutane Nganjuk di Taman Budaya Cak Durasim di tengah kota Surabaya. Taman budaya ini berada tidak jauh dari bangunan Siola dan Tunjungan Plaza. Lokasi dari Taman Budaya Cak Durasim dapat dibilang cukup strategis, namun untuk mencari tempat parkir cukup susah dan parkir mobil agak berdesak-desakan, karena tidak adanya garis pembatas parkir antar mobil. Untuk masuk ke pagelaran budaya ini, tidak dikenakan biaya alias FREE.


Reklame pagelaran budaya

Suasana pintu masuk Taman Budaya Cak Durasim






     Pukul 8 malam saya dan teman-teman tiba di Taman Budaya Cak Durasim dan langsung berjalan dari tempat parkir menuju tempat pagelaran budaya. Di sana sudah sangat ramai pengunjung dari pegawai pemerintah, pecinta seni, hingga murid sekolah swasta. Ketika kami datang, acara sudah sampai pada Hastungkara dan sambutan Bupati Nganjuk, serta penukaran cinderamata.


Suasana penonton pagelaran budaya Nganjuk

Tarian Grundung






     Berikut suasana penonton Pagelaran Budaya Nganjuk. Dan setelah itu terdapat Tarian Grundung. Pada saat tarian dimulai, lampu dipadamkan. Otomatis suasana menjadi gelap dan banyak orang memotret acara tersebut menggunakan blitz kamera, sehingga petugas yang berpatroli di sana berkeliling untuk mengingatkan penonton agar tidak menggunakan blitz saat memotret dan merekam acara, dengan raut wajah yang tidak mengenakkan.


Tarian Anjung Ladang







     Setelah itu, adapula Tarian Anjung Ladang yang memiliki gerakan mirip dengan kegiatan bertani dan memproses padi setelah panen. Selain adanya pertunjukan di panggung, ada juga beberapa stan yang mengelilingi wilayah Taman Budaya yang menggambarkan budaya Kabupaten Nganjuk.



Penonton yang antusias dengan pagelaran budaya


Mahasiswa IHTB UC bertanya pada penjaga stan pariwisata Kabupaten Nganjuk






     Tidak mau kehilangan momen, saya dan teman-teman berfoto bersama baik difotokan, maupun selfie. Karena kami adalah para wanita yang sangat senang mengabadikan momen bersama. Jika ingin berkunjung ke tempat ini, disarankan menggunakan pakaian yang rapi dan sopan dan berhati-hati jika berjalan kaki di tempat parkir, karena saya sendiri hampir terbentur portal masuk tempat parkir. Disarankan juga menjaga barang bawaannya masing-masing dan tidak menggunakan aksesoris berlebihan yang dapat mengundang terjadinya hal yang tidak diinginkan. 



Saya bersama teman-teman


Taman Budaya Cak Durasim Surabaya
Address: Jl. Genteng Besar, Jawa Timur 60275, Indonesia
Phone:+62 31 5345108

www.vqamanda.blogspot.com